Posted on 27/08/2007 by Nara
Menyadari bahwa kita punya kawan adalah suatu kenikmatan. Namun, aku selalu heran kenapa lebih suka orang berbaku hantam dari pada berbaku canda. Sekilas, sebagai orang yang lumrah, tentunya melihat orang berkawan lebih menyenangkan daripada bermusuhan.
Namun sebuah novel yang kubaca sekitar tujuh tahun yang silam, “Tenth Insight” karya James Redfield, bagian kedua dari triloginya, memberi warna [...]
Filed under: Kawan Sejaman | Leave a Comment »
Posted on 27/08/2007 by Nara
Seperti kopi, selingkuh adalah kenikmatan yang membunuh pelan-pelan.
Rasanya nikmat ketika panas menjelang hangat.
Membuat siapapun yang mencicipinya merasakan denyar degupan
yang membuatnya terjaga semalaman.
Aromanya wangi semerbak, khas
Namun hanya meruak ketika panas.
Kopi hanya sehat ketika panas.
itupun ketika sesuai takaran.
Kata orang bisa menimbulkan kanker ketika meminumnya setelah dingin.
Kopi memiliki banyak cita rasa.
Hampir semua bagian di dunia memilikinya.
Meski begitu nikmat [...]
Filed under: Uncategorized | 1 Comment »
Posted on 24/08/2007 by Nara
Ayahku bukan seorang malaikat yang selalu putih, bersih tanpa cela. Meski demikian dia tetap Ayahku yang darahnya mengalir dalam diriku, dirinya menitis dalam diriku. Hangat tubuhnya masih sesekali terasa, Bau tubuhnya yang dulu selalu kucari ketika menunggunya di teras rumah masih juga terbayang.
Aku masih ingat betul, ayahku membacakan komik silat karangan Jan Mintarga. Aku belum [...]
Filed under: Uncategorized | 1 Comment »