Waspa kumembeng jroning kalbu (air yang tersimpan di dalam tanah) adalah kalimat yang dipakai dalam horoskop Jawa untuk menamai mangsa kapat atau bulan keempat. Bulan september, seturut yang kutahu sampai dengan saat ini belum masuk musim hujan. Permukaan tanah masih kering tetapi air tanah katanya sudah mulai menggeliat. Seakan mengundang hujan yang sudah lebih dari setengah tahun di nantinya.
Bisa dibayangkan udara di atas tanah pasti terasa sedikit lembab. Air tanah yang pelan-pelan merayap naik ada beberapa yang telah menguap. Biasanya orang mulai gelisah karena gerah. Mengharap hujan segera turun untuk mendinginkan ruang.
September, sesaat menjadi bulan yang penuh kegelisahan. Tidak hanya bagiku tetapi bagi lebih dari sejuta orang yang dulu pernah mengalami Gestapu. Gunawan Mohammad dalam catatan pinggirnya di Majalah Tempo, edisi 24-30 September 2007 membuatku teringat dengan tragedi gestapu.
Ada satu kalimat yang aku suka karena begitu ringkas merangkum pesan, “Sejak itu, di tanah tumpah darah ini, kita begitu takut, pedih, dan malu mengaku bersalah oleh keganasan itu. Semuanya kita masukkan ke dalam sebuah kata, “Gestapu”, seperti kita menyembunyikan sesuatu di dalam kotak. Kita gagap bila kita harus mengenangnya.”
Betul sekali, kita gagap bila harus mengenangnya. Mengenang Gestapu yang tidak lagi sekadar akronim, tetapi sudah merupakan ringkasan cerita sedih, rangkuman darah, dan kemarahan.
Ya, September.
September punya arti khusus bagiku. Aku lahir di bulan September. Seingatku aku selalu senang bila sudah memasuki bulan September. Rasa senang yang mirip ketika aku masih SD dan sudah memasuki hari rabu. Waktu SD, begitu hari Rabu aku merasa hari berjalan begitu cepat. Artinya segera libur akhir pekan. Demikian pula September. Tengah tahun telah dilalui tinggal harapan menuju akhir tahun.
Ya, September. Seumpama engkau adalah gadis, tentunya rambutmu hitam, suka mengenakan gaun lembut yang panjang, bulu mata lentik dan sesekali mengejap sambil memandang ke arah matahari pagi. Engkau menanti harapan yang lahir dengan diam dan menyimpan segalanya di dalam hati.
Ya, September. Seandainya engkau gadis aku akan menghampirimu mengajakmu bicara untuk mendengarkan ceritamu.
Filed under: Uncategorized