Kepada teman-teman semuanya.
Terimakasih atas dukungan dan doanya. Kelahiran ini sungguh melegakan dan membahagiakan. Bagi kami khususnya.
Berat badan saya agak turun beberapa kilo tapi tetap senang.
Aku tidak menunggui isteri yang mengejan. Kereta yang kutumpangi harus terlambat karena ada kereta barang yang anjlok setelah stasiun Batang. Padahal sesuai jadual, aku harusnya bisa berada di kamar bersalin menemani isteri. Harusnya aku tiba di stasiun Tawang pukul setengah tiga. paling lambat jam setengah empat. itu seturut pengalamanku selama lebih dari limakali menggunakan kereta ke semarang. Tapi aku baru saja tiba di Tawang sekitar pukul 5.
Tentang nama
Namanya Smara Lila Mahayana.
Panggilannya Lila
jenis kelamin perempuan
Smara itu satu arti dengan Asmara. CInta. Cinta yang merupakan perpaduan antara sensualita, penghargaan, romantik, dan indah. Cinta yang kebanyakan dari kita sudah mengenalnya dan mengalaminya, meski tidak semuanya bisa berujung di pernikahan.
Lila, kata ini kutemukan dalam bukunya Fritjof Capra , The Tao of Physic. Waktu itu istilah ini digunakan untuk menamai gerakan-gerakan atom yang tampak tidak teratur tetapi sebenarnya teratur dan seakan-akan memiliki pola. Lila adalah tarian kosmis, gerakkan ilahi. sebuah gerakan yang terjadi tanpa ada tahu siapa yang mengatur. Lila adalah tarian ilahi.
Diluar makna tersebut aku juga menemukan Lila bisa berarti karya keagungan Tuhan. Karya Indah Tuhan.
Semuanya berkaitan dengan Yang Ilahi.
Lila dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bisa juga berarti Ungu Muda. Namaku sendiri Nila berarti Ungu juga. Mau mengatakan Nara Junior lah.
Mahayana
Waktu aku SMP kira-kira kata ini sudah aku kenal. Waktu itu untuk menamai aliran agama budha antara Hinayana dan Mahayana. Mahayana diartikan kendaraan besar.
Namun, aku menambil arti Mahayana adalah orang besar, orang yang terkenal dan berguna bagi masyarakat.
Jadi kalau digabung menjadi
Hasil cinta kami yang nantinya menjadi orang yang besar dan berguna bagi masyarakat karena merupakan tarian dari sang Ilahi itu sendiri.
Anak kami lahir Kamis Kliwon, 25 Oktober 2007 Pk. 16.12 wib
Berat 3,15 kg
Panjang 50 cm
di Panti Wiloso Citarum Semarang
Ibu dan Anak sehat, lahir normal
Mohon restu bagi perjalanan dan perkembangan LIla.
salam
Nara-Christin- Lila
Filed under: LIla
Selamat — sekali lagi–, ya Papa (Sekarang aku harus bilang begitu krn penulis ini udh jadi bapak) Nara. Nama anakmu sungguh indah, tapi ternyata artinya lebih indah lagi… tak percuma punya bapak yang penyair…hehe… BTW hari kelahirannya sama tuh.. cuma berat lahirnya lebih berat aku 85 ons ..hehehe.. best regards to Mama Christin..
Memang kalau pujangga memberi nama buat anaknya, beda deh!
Terdengar indah di telinga, serta bermakna yang dalam (nama kan doa orangtua ya…)
Selamat menjadi bapak, semoga putrinya menjadi orang yang berbakti pada ortu, dan berguna bagi bangsa dan negara.
nama adalah mantra dan doa. lebih-lebih jika diucapkan tiap saat. tiap hari di mana dunia memanggilnya Lila. kelak doa itu pasti terwujud. selamat bung! doakan juga bagi peri kecilku yang memasuki usia 6 bulan dalam surga kandungan ibunya. Semoga aku pun bisa memberi nama (baca: berdoa) baginya. selamat dan salam hangat buat Lila dan ibunya!