Posted on 11/10/2007 by Nara
Batas itu ilusi, bayang-bayang, tidak nyata, bahkan hanya ada di dalam kepala kita. Sebelum tertulisnya kalimat tersebut, kata batas sempat wira-wiri di kepalaku. Ketika melihat cakrawala saat berada di dalam pesawat yang membawaku dari Kupang ke Ende, kata ini muncul, sejenak. Lantas aku tertarik untuk menuliskannya. Mengakrabinya.
Cakrawala itu [...]
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 10/10/2007 by Nara
Brutus, sang keponakan menusuk pamannya sendiri dari belakang untuk mendapatkan kekuasaan Romawi. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati oleh saudara. Belati saudara yang menggores terasa lebih perih dari hujatan preman. Salah satunya, setiap orang menganggap bahwa kepercayaan terhadap saudara sudah semestinya demikian. Ketika anggapan kita bertepuk sebelah [...]
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 10/10/2007 by Nara
Sederhana tapi mujarab. Telah muncul gerakan memberi pelukan kepada siapa saja yang membutuhkan. Anak-anak muda di Hongkong yang prihatin karena gaya hidup menyendiri, soliter dan merasa terbuang dalam belantara dunia menawarkan cara sederhana untuk memulai gaya hidup baru. Menawarkan pelukan di jalan-jalan.
Kata berita yang kulihat di televisi, gerakan itu diawali di Australia. Keprihatinannya sama, dan [...]
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »