Menjadi seorang ayah, dulu aku tidak pernah membayangkan. Sekarang justru mengalami. Kalau ada sekolah yang membuka kurusus cara menjadi ayah yang sukses, aku tidak akan ikut. Sudah pasti itu tidak cocok bagiku karena aku yakin menjadi ayah yang baik itu dengan belajar mendahulukan anak darip ada diri sendiri.
Tentu tidak semata-mata lantas menjadi pribadi yang lemah dan mengalah terhadap segala permintaan anak. Bukan itu, bukankah ketika anak membutuhkan arah dan pegangan dia mengharapkan sesuatu yang kokoh dan tegas. Mencari titik temu antara dua titik itulah kebijaksanaan menjadi seorang ayah.
Ketidaseimbangan itu sudah ditemukan sejak jaman baheula. Sebutlah di salah satu mitologi Yunani. Salah satu dewa di sana mengusir anaknya bahkan berniat membunuhnya karena merasa anaknya akan mencuri kekuasaan dan juga isterinya. Bicara ayah memang identik bicara kekuasaan. Power. Sebaliknya bila bicara tentang ibu, bicara tentang kelembutan dan pengasuhan.
Refleksi jaman tentang ke-Ayah-an memang erat dengan intrik. Setiap lelaki selalu dididik dan dilatih entah sengaja atau tidak untuk menjadi petarung. karena itu, upacara inisasi menjadi dewasa sangat penting. Hampir setiap kebudayaan memilikinya. Kedewasaan itulah nantinya yang membuatnya memiliki tanggungjawab untuk survive.
Ketika menuliskan ini aku selalu terbayang tayangan-tayangan animal planet. Salah satunya tayangan seekor beruang betina bersama anaknya harus menghindari kejaran seekor beruang jantan. Kenapa menghindar? Karena beruang jantan tidak segan membunuh si anak demi bisa bercinta dengan induknya.
Kejam? entahlah. Tentunya tergantung dari mana kita melihatnya bukan? 
Dalam kesadaran akan hal tersebut, kini aku telah menjadi seorang ayah.
Ayah yang sedang merindu ingin bertemu dengan anak. Selalu saja terbayang wajah mungilnya . Tidurku beberapa hari ini tidak nyenyak. Selain karena kerjaan aku rindu Lila.
Meski Rindu itu candu. Aku tetap akan meminumnya sampai habis. Biarlah Candu itu meresap sedalam-dalamnya.
Tentang refleksi di atas, akhirnya toh tak ada yang bisa mengatasi kekuasaan Cinta. Cintailah selesailah semua persoalan yang tampaknya brutal.
Filed under: LIla
buah hati adalah kerinduan
rindu bukan kecanduan
tapi rindu memberi hangat
meresap mengakar memberi semangat