Canda

Tuhan itu ternyata suka bercanda. Cuma kadang-kadang aku tidak paham dengan leluconnya. Jadi aku jarang terpingkal-pingkal bila Tuhan mengajak bercanda. Padahal rasa-rasanya segala yang ada di dunia adalah hasil canda Tuhan.

Aku teringat dengan kata-kata, Tuhan itu tinggi sekali daya humornya. Kalau tidak tinggi masakkan kita semua masih diberi hidup. Kita yang selalu ingkar dengan janji kita untuk setia ternyata masih diberi kesempatan. Selalu. Jadi memang Dia suka bercanda.

Aku rindu bercanda. Dengan siapa saja. Terutama dengan sesama manusia. Kerja di Jakarta membuat orang lebih terpekur di depan monitor daripada menyisakan sedikit waktu lebih lama untuk memandangi mata rekan kerja. Memang Jakarta tidak hanya penuh dengan debu dan asap knalpot, tetapi penuh dengan mimpi dan taburan rencana kerja serta sorak bila mencapainya atau pun sedih bila gagal. Jakarta itu kumpulan planning dan meeting.

Untuk mengaca lewat mata sahabat atau rekan, kita harus mengais-ngais waktu yang tersisa. Lebih banyak tidak tersedianya waktu dari pada bisa sedikit bertukar senyum.

Tuhan aja mengajak bercanda. Ayolah kawan, mari kita sejenak bercanda denganNya. Tertawa saja. Tak ada yang salah. Meski itu hanya tertawa sendiri. Toh Tuhan sudah terpingkal-pingkal sejak tadi.

Mari tertawa, bercanda sepuasnya.

« »

One Response

  1. Saya senang bercanda, sayapu bisa bahagia dan tertawa tapi tak terpikirkan oleh saya kalau tuhanpun bisa bercanda…..

Leave a Reply