<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pelangi</title>
	<atom:link href="http://patrianila.wordpress.com/2008/02/21/pelangi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://patrianila.wordpress.com/2008/02/21/pelangi/</link>
	<description>Sebuah penjelajahan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Jun 2009 14:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Musafir Muda</title>
		<link>http://patrianila.wordpress.com/2008/02/21/pelangi/#comment-65</link>
		<dc:creator>Musafir Muda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 09:52:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://patrianila.wordpress.com/?p=53#comment-65</guid>
		<description>Tulisan ini membuat memoriku berputar pada pengalaman masa lampau yang jarang aku jumpai sekarang ini. Lama aku tidak melihat pelangi. Di sepotong malam saat iseng di atas loteng kulayangkan pandanganku jauh ke atas, menembus langit lebam. Namun, aku tidak menemukan satu bintang jatuh pun. Dulu, saat aku masih duduk di bangku SD di sebuah sekolah sederhana di lereng Sempu, aku melihat bintang jatuh. Tidak hanya satu. Mungkin puluhan. Bahkan ratusan kali. Malam begitu indah. Apalagi memandanginya sambil tiduran di atas rumput puncak bukit yang mulai basah oleh embun. Itu dulu, 21 tahun silam. Kadang masa lalu itu manis kalau diingat. Andai manusia punya daya memori kuat, mungkin dia akan membayangkan pemandangan-pemandangan indah saat masih berada di rahim ibundanya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini membuat memoriku berputar pada pengalaman masa lampau yang jarang aku jumpai sekarang ini. Lama aku tidak melihat pelangi. Di sepotong malam saat iseng di atas loteng kulayangkan pandanganku jauh ke atas, menembus langit lebam. Namun, aku tidak menemukan satu bintang jatuh pun. Dulu, saat aku masih duduk di bangku SD di sebuah sekolah sederhana di lereng Sempu, aku melihat bintang jatuh. Tidak hanya satu. Mungkin puluhan. Bahkan ratusan kali. Malam begitu indah. Apalagi memandanginya sambil tiduran di atas rumput puncak bukit yang mulai basah oleh embun. Itu dulu, 21 tahun silam. Kadang masa lalu itu manis kalau diingat. Andai manusia punya daya memori kuat, mungkin dia akan membayangkan pemandangan-pemandangan indah saat masih berada di rahim ibundanya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kucingkeren</title>
		<link>http://patrianila.wordpress.com/2008/02/21/pelangi/#comment-60</link>
		<dc:creator>kucingkeren</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 14:13:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://patrianila.wordpress.com/?p=53#comment-60</guid>
		<description>Walah... kok ujungnya jadi pengen ketemu bidadari ?  hehe..anyway, pelangi itu indah . dan karena pelangi saya bisa mendapat duit kaget. Pasalnya, jika matahrai bersinar cerah sehabis hujan, bapakku dulu selalu tebak-tebakan sama ke-empat puteri--puterinya. Ayo pelanginya di mana?? sayalah yang selalu pertama menemukan pelangi itu...hehe. habis itu saya langsung traktir adik2ku makan bakso langganan.  asyik kan..  (duh kok jd kangen sama bapakku ya... )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walah&#8230; kok ujungnya jadi pengen ketemu bidadari ?  hehe..anyway, pelangi itu indah . dan karena pelangi saya bisa mendapat duit kaget. Pasalnya, jika matahrai bersinar cerah sehabis hujan, bapakku dulu selalu tebak-tebakan sama ke-empat puteri&#8211;puterinya. Ayo pelanginya di mana?? sayalah yang selalu pertama menemukan pelangi itu&#8230;hehe. habis itu saya langsung traktir adik2ku makan bakso langganan.  asyik kan..  (duh kok jd kangen sama bapakku ya&#8230; )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
